Refleksi: Dari Berburu Makanan ke Berburu Masjid di Selangor

Pemasangan karpet masjid bermotif bunga di Masjid Raja Haji Fisabilillah, Cyberjaya.

Kami selalu sibuk mencari tempat makan terbaik, kafe hipster yang sedang viral, atau tempat nongkrong terbaru yang sedang ramai dibicarakan. Seru, kan, saat bisa mencoba hal baru? Tapi bagaimana jika kali ini kita mengubah ritme dan mencoba hal yang berbeda? Pencarian masjid Selain itu, bayangkan berpindah dari satu masjid ke masjid lainnya, bukan sekadar mampir untuk mengagumi arsitekturnya yang menakjubkan, tetapi juga untuk melaksanakan shalat, membaca doa, dan mengisi hati dengan ketenangan.

Setiap masjid yang kita kunjungi memiliki aura yang unik: ada yang megah dengan kubah biru, ada yang modern dengan seni kontemporer, dan ada pula yang sederhana namun penuh dengan semangat yang tenang. Perbedaannya adalah ketika kita memasuki masjid, kita bukan sekadar pengunjung tetapi tamu Allah. Di situlah kita bersujud, berlutut, dan mengikat diri kepada-Nya. Lebih indah lagi, setiap langkah menuju Rumah Allah adalah pahala, dan setiap sujud yang kita lakukan di berbagai masjid akan menjadi saksi bagi kita pada Hari Pembalasan.

Masjid: Undangan Khusus dari Allah

Pernahkah kita bertanya-tanya mengapa hati kita tiba-tiba tergerak untuk berhenti di masjid? Ada yang mengatakan bahwa bukan kita yang memilih untuk datang ke masjid, melainkan Allah yang mengundang kita. Masjid adalah rumah Allah, tempat yang paling mulia di bumi, dan hanya mereka yang diundang-Nya yang akan tiba di sini.

Banyak orang sering mengatakan, “Saya tidak punya waktu untuk pergi ke masjid.” Pada kenyataannya, ini bukan soal apakah ada cukup waktu atau tidak, tetapi soal… Undangan Allah. Jika Allah tidak menghendaki untuk bertemu dengan kita, hati kita sama sekali tidak akan tergerak untuk masuk ke masjid.

Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

Masjid-masjid adalah tempat yang paling dicintai oleh Allah, dan pasar-pasar adalah tempat yang paling dibenci oleh Allah.

Arti: “Tempat-tempat yang paling dicintai oleh Allah adalah masjid-masjid-Nya, dan tempat-tempat yang paling dibenci oleh Allah adalah pasar-pasar-Nya.”

[Diriwayatkan oleh Muslim (671)]

Hadits ini menunjukkan betapa mulianya masjid di mata Allah. Oleh karena itu, ketika Allah mengizinkan kita untuk mengunjungi masjid, hal itu merupakan tanda kasih sayang-Nya kepada kita.

Setiap sujud yang kita lakukan di masjid akan menjadi saksi bagi kita pada Hari Kiamat. Bayangkan jika seluruh Selangor dipenuhi dengan sujud kita di masjid-masjidnya; betapa banyaknya saksi yang akan membela kita pada akhirnya.

Tingkatkan jumlah tempat ibadah agar seluruh negara dapat menyaksikannya.

Apakah kita pernah mempertimbangkan bahwa setiap kali dahi kita menyentuh tanah saat sujud, tanah tersebut akan menjadi saksi di hadapan Allah SWT pada Hari Kiamat? Bayangkan jika seluruh wilayah Selangor dipenuhi dengan sujud kita di masjid-masjidnya—betapa banyaknya saksi yang akan bersaksi untuk kita pada saat itu. Betapa indahnya jika setiap jengkal tanah yang kita pijak juga mengingatkan kita akan ibadah dan doa.

Dalam Sahih Muslim (883), diceritakan bahwa Muʿāwiyah (semoga Allah meridhoi beliau) menasihati al-Saʿib ibn Ukh Namir:

Ketika kamu berdoa pada hari Jumat, janganlah melanjutkan dengan doa lain sebelum kamu berbicara atau pergi, karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah memerintahkan kita untuk melakukannya. bahwa tidak boleh menggabungkan satu shalat dengan shalat lainnya hingga kita telah berbicara atau meninggalkan masjid.

Arti: “Jika Anda melaksanakan shalat Jumat, janganlah melanjutkan dengan shalat sunnah hingga Anda berbicara dengan seseorang atau meninggalkan masjid, karena Rasulullah (shallallahu ”alaihi wasallam) telah memerintahkan kita untuk melakukan hal ini, yaitu tidak menghubungkan satu shalat dengan shalat lainnya hingga seseorang telah berbicara atau meninggalkan masjid.”

[Diriwayatkan oleh Muslim (883)]

Imam al-Nawawi, semoga Allah merahmatinya, menjelaskan dalam Penjelasan tentang Sahih Muslim Bahwa sunnah ini dimaksudkan untuk membedakan antara shalat wajib dan shalat sunnah, serta untuk menambah tempat sujud yang kelak akan menjadi saksi di akhirat. Imam al-Ramli menambahkan bahwa memindahkan sajadah shalat juga merupakan tanda bahwa kita menghidupkan bumi dengan ibadah.

Oleh karena itu, setiap kali kita singgah di masjid, marilah kita berusaha melaksanakan shalat sunnah di tempat yang berbeda dari tempat kita melaksanakan shalat wajib. Biarlah banyak sudut menyaksikan sujud kita di hadapan Allah. Siapa tahu, di akhirat nanti, setiap saksi tersebut akan menenangkan hati kita ketika orang lain sedang mencari pertolongan.

Masjid-masjid Indah di Selangor

Di Selangor saja, sudah terdapat banyak masjid yang indah dan menenangkan jiwa, masing-masing dengan karakteristik uniknya sendiri. Bagi saya, setelah menginjakkan kaki di sini, sungguh sulit untuk menggambarkannya dengan kata-kata. Beberapa masjid memikat dengan arsitektur megahnya, yang lain menyegarkan jiwa dengan suasana tenangnya, dan ada pula yang istimewa karena mewakili identitas komunitas tertentu.

1. Masjid Raja Haji Fi Sabilillah (Cyberjaya)

Pemasangan karpet masjid bermotif bunga di Masjid Raja Haji Fisabilillah, Cyberjaya.
Masjid Raja Cyberjaya untuk Haji dan Jihad di Jalan Allah

Lebih dikenal sebagai Masjid Biru, Masjid ini sangat ikonik, dengan kubah biru besar yang memukau. Masjid ini terlihat jelas dari kejauhan, seperti simbol kebanggaan bagi umat Muslim di Selangor. Saat memasuki masjid, ruang shalat yang luas dan arsitektur Islam klasik modernnya membuat seseorang merasa rendah hati di hadapan keagungan Allah.

2. Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah (Shah Alam)

Masjid ini, pada gilirannya, diberi julukan. Masjid Hijau Karena desainnya yang ramah lingkungan dan modern. Saya sendiri terkesan dengan konsepnya yang futuristik namun tenang. Yang paling memikat dari semuanya, pola karpetnya menampilkan bunga-bunga yang begitu indah dan memikat, hasil dari sentuhan. Karpet Nusantara yang menambah suasana keagungan.

3. Masjid Kerajaan Sultan Suleiman (Klang)

Masjid Kerajaan Sultan Suleiman, Klang

Masjid bersejarah ini membawa kita kembali ke masa lalu. Arsitekturnya mencerminkan warisan dan keteguhan Islam sejak zaman kuno. Kunjungan ke sini membuat kita merenungkan betapa Islam telah lama berakar di tanah Selangor dan tetap terjaga hingga hari ini.

4. Masjid Setia Alam (Shah Alam)

Pemasangan karpet masjid dengan motif geometris Islam di Masjid Setia Alam, Shah Alam.

Meskipun tidak seagung atau semegah Masjid Biru, masjid ini memiliki pesona tersendiri dalam kesederhanaannya. Desainnya sederhana, namun suasana di dalamnya sangat tenang. Terkadang kita tidak membutuhkan sesuatu yang terlalu mewah; lingkungan yang damai yang mendekatkan hati kepada Allah sudah cukup.

Kesimpulan

Masjid bukanlah sekadar tempat untuk beribadah, tetapi Rumah Allah yang dipenuhi dengan ketenangan, pengajaran, dan rahmat. Setiap kali kita masuk ke dalamnya, kita tidak hanya membawa kenangan akan keindahan arsitekturnya, tetapi juga hati yang lebih tenang dan jiwa yang semakin dekat dengan Allah.

Jika kita telah bersenang-senang sepanjang waktu ini Pencarian makanan Atau cari tempat nongkrong baru, gimana kalau kita jadikan tempat ini sebagai tempat kita mulai sekarang? Pencarian masjid Sebagai suatu kebiasaan. Setiap masjid yang kita kunjungi tidak hanya menambah pengalaman kita, tetapi, insya Allah, juga menambah pahala kita. Semoga langkah kecil ini menjadi sarana bagi kita untuk lebih mencintai Rumah Allah dan menjadikan shalat berjamaah sebagai kebiasaan.

Artikel Terbaru

Karpet buatan khusus

Karpet buatan khusus

Produk Majestic Wilton Face To Face Buatan Turki

Radeyah

Kualitas Benang: Polypropylene Heatset
Tinggi Tumpukan: 13 mm
Tinggi Total: 15 mm
Berat Pile: 2800/m² / 85 ons/yd²
Berat Total: 3600 gram per meter persegi / 105 ons per yard persegi
Lapisan dasar utama: Poliester
Lapisan pendukung sekunder: Jute
Titik Benang: 1 Juta Titik
Negara Asal: Turki
(Sertifikasi SIRIM)
(Sertifikasi Halal)

Safaraz

Kualitas Benang: Polypropylene Heatset
Tinggi Tumpukan: 15 mm
Tinggi Total: 18 mm
Berat Pile: 3400/m² / 100 ons/yd²
Berat Total: 4200 gram per meter persegi / 125 ons per yard persegi
Lapisan dasar utama: Poliester
Lapisan pendukung sekunder: Jute
Titik Benang: 1,2 Juta Titik
Negara Asal: Turki
(Sertifikasi SIRIM)
(Sertifikasi Halal)

Thamain

Kualitas Benang: Polypropylene Heatset
Tinggi Tumpukan: 20 mm
Tinggi Total: 22 mm
Berat Serat: 4400 g/m² / 130 oz/yd²
Berat Total: 5200 g/m² / 155 oz/yd²
Lapisan dasar utama: Poliester
Lapisan pendukung sekunder: Jute
Titik Benang: 1,2 Juta Titik
Negara Asal: Turki
(Sertifikasi SIRIM)
(Sertifikasi Halal)

Produk Royal Ottoman Axminster Buatan Turki

Sumayyah

Kualitas Benang: 80% Wol, 20% Nilon
Tinggi Tumpukan: 9 mm
Tinggi Total: 11 mm
Berat Pile: 2500 g/m²
Berat Total: 3300 g/m²
Lapisan dasar utama: Poliester
Lapisan pendukung sekunder: Jute
Asal produk: Turki
(Sertifikasi SIRIM)
(Sertifikasi Halal)

Bunga Timur

Kualitas Benang: 80% Wol, 20% Nilon
Tinggi Tumpukan: 18 mm
Berat Serat: 6150 g/m² / 180 oz/yd²
Lapisan dasar utama: Poliester
Lapisan pendukung sekunder: Jute
Asal produk: Turki
(Sertifikasi SIRIM)
(Sertifikasi Halal)

Astana

Kualitas Benang: 80% Wol, 20% Nilon
Tinggi Tumpukan: 18 mm
Berat Pile: 1900 gram per meter persegi / 60 ons per yard persegi
Lapisan dasar utama: Poliester
Lapisan pendukung sekunder: Jute
Asal produk: Turki
(Sertifikasi SIRIM)
(Sertifikasi Halal)

Produk Kerajaan Axminster Dinasti Kerajaan, Dibuat di China

Asia

Kualitas Benang: 80% Wol, 20% Nilon
Tinggi Tumpukan: 8 mm
Tinggi Total: 10 mm
Berat Pile: 1950 g/m²
Berat Total: 2700 g/m²
Lapisan dasar utama: Poliester
Lapisan pendukung sekunder: Jute
Asal produk: China
(Sertifikasi SIRIM)
(Sertifikasi Halal)

Zahran

Kualitas Benang: 80% Wol, 20% Nilon
Tinggi Tumpukan: 8 mm
Tinggi Total: 10 mm
Berat Pile: 1350 g/m²
Berat Total: 2540 g/m²
Lapisan dasar utama: Poliester
Lapisan pendukung sekunder: Jute
Asal produk: China
(Sertifikasi SIRIM)
(Sertifikasi Halal)

Unta Masjid Nabi

Qom Persia Raudhah

Yasin Raudah

Taman Makam Nabi
Anda mungkin menyukai

Taman Para Bidadari

Setiap Muslim pasti mendambakan kesempatan untuk menginjakkan kaki di Masjid Nabi di Madinah, terutama di satu ruang kecil yang sangat istimewa: Raudhah. Ruang ini

Baca Lebih Lanjut »
Bagikan Postingan: